Es Krim Roti Membel Caramel: Mengawali Hari Senin dengan yang Manis ππ¦
By Caroline Indra Djaja
![]() |
| Es Krim Roti Membel Caramel |
Pada hari Senin, 17 November 2025, sebenarnya aku tidak merencanakan hal spesial. Semua terasa berjalan biasa saja sampai akhirnya langkahku membawa ke sebuah bazar kecil namun ramai di lingkungan FEB UNTAR. Bazar itu diadakan oleh salah satu organisasi kampus yang cukup dikenal aktif dan kreatif, IMMANTA. Awalnya aku hanya ingin berjalan santai, melihat-lihat booth sambil menikmati suasana kampus yang selalu terasa hidup setiap kali ada acara seperti ini. Namun tanpa kusangka, kunjungan singkat itu berubah menjadi sebuah cerita manis secara harfiah ketika aku menemukan sebuah dessert sederhana yang justru mencuri perhatian.
Saat tiba di area bazar, mataku langsung tertuju pada sebuah booth yang tampak sederhana namun ramai pengunjung. Dari kejauhan terlihat tulisan besar tentang berbagai minuman segar. Awalnya aku berpikir booth itu hanya menjual jus karena poster jus mangga dan stroberi tampak begitu mencolok. Tapi begitu mendekat, ternyata pilihannya jauh lebih beragam dari yang kusuka. Selain jus, mereka juga menjual smoothies, brownies homemade, dan satu menu yang langsung membuatku berhenti melangkah: es krim roti “membel”. Nama itu unik “membel” mengingatkanku pada tekstur lembek, empuk, atau lumer. Sejenis hidangan comfort food yang tidak mencoba tampil wah, namun terasa jujur dan memanjakan. Ada dua varian yang ditawarkan: Es Krim Roti Membel Caramel & Es Krim Roti Membel Macchiato. Dua pilihan yang sama-sama menggoda. Tapi hari itu, hatiku langsung tertarik pada varian caramel, mungkin karena aku memang punya kelemahan terhadap aroma karamel yang hangat dan rasa manisnya yang kadang membawa nostalgia masa kecil. Jika dilihat dari tampilannya, dessert ini sebenarnya sederhana: roti tawar lembut, satu scoop es krim, crumble manis gurih, lalu disiram sirup karamel. Sederhana, iya. Tapi justru karena kesederhanaan itulah menu ini terasa dekat dan mengundang.
Siapa yang terlibat dalam pengalaman ini? Tentu saja tokoh utamanya adalah aku, pengunjung yang awalnya hanya ingin cuci mata tapi akhirnya menemukan makanan baru yang layak diceritakan. Namun ada beberapa “tokoh pendukung” yang membuat cerita ini ada yaitu mereka adalah penyelenggara bazar. Dari cara mereka menata booth, terlihat jelas semangat kolektif anak-anak organisasi yang ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di kampus. Booth food and beverage memang selalu jadi magnet di acara kampus, tetapi pilihan menu yang kreatif adalah hal yang membuat pengunjung betah. Ramainya pengunjung di booth itu menunjukkan bahwa menu mereka berhasil menarik perhatian. Dan kehangatan ini membuat pengalaman membeli dessert terasa menyenangkan bahkan sebelum gigitan pertama.
Pengalaman ini terjadi di Bazar yang diselenggarakan oleh IMMANTA yaitu I-MARKET, salah satu acara rutin di FEB Universitas Tarumanagara (UNTAR). Lokasinya di Hall BC, Deretan booth berjejer seperti pasar mini dengan variasi penjual makanan, merchandise, hingga sepatu. Suasana kampus yang ramai, angin sore yang hangat, dan aroma makanan dari berbagai penjuru membuat tempat itu terasa hidup. Bazar kampus memang bukan festival besar, tapi justru karena skala kecilnya, suasananya intim dan menyenangkan. Kamu bisa merasakan energi komunitas di sana: santai, kreatif, penuh interaksi. Di tengah hiruk pikuk itu, booth jus yang ternyata menjual es krim roti membel berdiri sebagai salah satu pusat perhatian.
Kapan momen ini terjadi dan kenapa hari itu istimewa? Senin, 17 November 2025, sekitar jam makan siang waktu ketika mahasiswa bergerombol mencari makanan ringan yang berbeda dari menu kantin biasanya. Walaupun hari Senin identik dengan suasana lesu, bazar itu berhasil memberi warna lain. Senin yang biasanya terasa panjang justru berubah jadi hari penemuan dessert baru. Kadang sebuah hari terasa istimewa bukan karena kita merencanakan sesuatu yang besar, tetapi karena kejadian kecil yang mengubah mood. Dan buatku, dessert sederhana ini memberikan kejutan manis yang mengangkat kembali semangatku.
Yang membuat aku jatuh hati bukan hanya rasanya walaupun itu bagian besar dari alasannya tetapi kombinasi unik dari beberapa faktor.
• Kesederhanaannya justru memikat
Di dunia dessert kekinian yang sering mengandalkan topping berlebihan dan presentasi memukau, es krim roti membel justru tampil jujur. Roti tawar lembut, es krim dingin, crumble crunchy, dan sirup karamel. Tidak ada gimmick. Tidak ada bentuk estetis yang berusaha terlalu keras. Justru kesederhanaannya itu membuatnya relatable menghadirkan rasa yang membuat orang teringat cemilan masa kecil di rumah.
• Teksturnya bikin ketagihan
Perpaduan lembut (membel) dari roti dengan dingin-lumer dari es krim lalu renyah-gurih dari crumble membuat satu suapan terasa sangat “rame”. Ada kontras yang menyenangkan. Tekstur semacam ini sebenarnya sederhana, tapi jarang ditemukan dalam dessert murah dan praktis.
• Rasanya membangkitkan mood
Manisnya tidak menusuk, tetapi hangat dan menenangkan. Karamelnya punya karakter yang membuatku merasa lebih “lega”. Mungkin terdengar berlebihan, tapi dessert bagus memang punya kemampuan kecil untuk mempengaruhi mood. Pada hari panas atau saat suasana hati sedang turun, dessert seperti ini rasanya bekerja sebagai penghibur kecil.
Pengalamannya berjalan cukup spontan, aku menghampiri booth, membaca menu, menimbang antara caramel atau macchiato, kemudian memilih caramel. Begitu kupegang, dessert itu terasa dingin dan roti tawarnya lembut saat sedikit tertekan oleh es krim. Saat suapan pertama, kombinasi rasa langsung menyatu: Es krim yang creamy, sirup karamel yang manis hangat, roti lembut yang menjadi alas sempurna, crumble gurih yang memberikan kejutan di setiap gigitan. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa dessert ini bukan sekadar “menu lucu-lucuan bazar kampus”, tetapi sesuatu yang dibuat dengan niat. Cara menikmatinya pun tidak rumit justru itu poin utamanya. Kamu cukup mengambil satu gigitan, dan sisanya akan berbicara sendiri.
Mungkin terdengar sepele untuk menulis sepanjang ini hanya demi es krim roti membel. Tapi justru pengalaman kuliner paling berkesan sering datang dari hal-hal yang sederhana. Dari makanan yang tidak pretensius tapi mampu membangunkan kenangan, memperbaiki mood, dan membuat hari Senin terasa sedikit lebih lembut. Kunjungan ke bazar IMMANTA hari itu menjadi cerita manis yang tidak direncanakan. Sebuah momen kecil yang layak diberi ruang dalam blog karena bukan soal mahalnya, bukan soal tampilannya, tetapi soal perasaan hangat dan puas yang ditinggalkannya. Dan bukankah itu yang membuat makanan layak dikenang?


wahh, inii sihh emang Topp nyaaa buat nyemil" dan ngenyangin jugaa π
ReplyDeleteiyakann, yuk langsung cobain aja
Deletegak pernah kepikiran deh makan roti dicampur es krim, psti enak banget
ReplyDeleteomaigatt sumpaa, ini combo enakk bangetss
DeleteWow keliatan enak banget otw cobain dehhh
ReplyDeleteiyakann, yuk langsung cobain aja
Deletesetujuu!! aku juga nyobain & emg enak seger bgtt!
ReplyDeleteiyakann mana murah bgt lagi
DeleteINI SIH BESTTT π€©
ReplyDeleteRILLL BEST
DeleteItu yang di bazaar minggu lalu ya?
ReplyDeleteiyaaa kamu udh cobain blm nanami?
Deletejajanan legend dari bazar Untar nih π€©
ReplyDeletebener bgt, pasti selalu ada
Deletemauu lagi deh
ReplyDeletesamaa ku jugaa, udh ngiler bgt nih
Deletepengen cobain yang machiato nya deh
ReplyDeleteiyakann, yuk langsung cobain aja
Delete