Bagel menarik dari Social Affair, wajib coba!


 Beberapa waktu lalu, aku mampir ke Social Affair yang ada di Central Park dan akhirnya memutuskan untuk mencoba tiga jenis bagel mereka sekaligus. Menu yang aku pilih adalah bagel matcha, bagel blueberry, dan bagel jalapeno. Ketiganya disajikan dengan tampilan yang rapi, menggunakan piring abu abu dengan aksen kuning yang membuat makanan terlihat lebih hidup. Social Affair sendiri terkenal sebagai tempat nongkrong yang nyaman dengan pilihan pastry dan minuman yang cukup variatif, jadi rasanya menarik juga untuk mencoba bagaimana kualitas bagel mereka. Aku memang tidak sedang mencari hidangan yang terlalu berat, hanya ingin sesuatu yang bisa dinikmati santai bersama teman sambil ngobrol sore. Dari tampilan sampai ke rasa, ketiga bagel ini memberikan pengalaman yang cukup berbeda dan masing masing punya karakter yang terasa jelas.


Bagel pertama yang aku cicipi adalah varian matcha. Dari penampilan saja sudah menarik perhatian karena permukaannya diselimuti bubuk matcha yang cukup tebal. Warnanya hijau pekat dengan sedikit area yang tampak lebih gelap sehingga memberikan kesan rustic namun tetap estetik. Saat dipotong, bagian dalamnya terlihat lembut dengan tekstur yang sedikit padat khas bagel. Aroma matchanya langsung terasa, cukup kuat namun tidak menyengat. Ini memberikan kesan awal bahwa rasa matcha di dalamnya tidak akan tipis atau samar. Ketika dicoba, ternyata benar. Rasa matchanya cukup bold, ada sedikit pahit khas matcha premium yang membuatnya terasa lebih dewasa. Untuk yang terbiasa dengan matcha manis ala dessert kekinian mungkin akan menganggapnya agak terlalu earthy, tetapi menurutku justru itu poin menariknya. Bagel ini tidak berusaha menjadi manis atau berlebihan. Ia mempertahankan identitas matcha sebagai bubuk teh hijau yang aromatik, sedikit pahit, dan memberikan aftertaste yang lembut.


Tekstur bagel matcha juga cukup menyenangkan. Tidak terlalu keras namun tetap memiliki chewy bite yang seharusnya memang ada di bagel. Ketika dimakan tanpa topping tambahan, rasanya tetap enak karena ada keseimbangan antara rasa roti dan bubuk matchanya. Namun sejujurnya, aku merasa bagel ini akan lebih maksimal jika dipadukan dengan cream cheese, mungkin yang plain atau sedikit sweetened. Cream cheese bisa membantu menambah kelembutan dan memberikan kontras rasa yang membuat matchanya tidak terasa monoton. Walaupun begitu, dalam bentuk originalnya saja bagel ini tetap cukup bisa dinikmati dan cocok untuk pecinta matcha yang benar benar menginginkan rasa yang autentik.


Bagel kedua yang aku coba adalah bagel blueberry. Kalau yang matcha terasa earthy dan mellow, blueberry memberi kesan yang lebih manis dan lembut. Penampilannya mempunyai warna cokelat gelap dengan titik titik blueberry yang terlihat jelas. Permukaan luar bagelnya tampak lebih shiny dan moist dibandingkan bagel matcha. Ketika dipotong, blueberrynya terlihat cukup banyak dan merata di dalam adonan. Aroma blueberrynya wangi dan langsung memberi kesan dessert bread yang comforting. Dibandingkan yang matcha, bagel ini punya cita rasa yang lebih friendly, mudah disukai, dan lebih ringan.


Bagian dalam bagel blueberry terasa lembut dengan sedikit kelembapan ekstra dari buahnya. Rasanya manis, tetapi bukan manis yang berlebihan. Ada sedikit keasaman blueberry yang muncul di setiap gigitan dan menurutku itu yang membuat rasanya tidak cepat membuat eneg. Bagel ini pas untuk yang suka pastry manis tetapi tidak mau sesuatu yang terlalu rich atau terlalu creamy. Jika ingin menambahkan topping, rasa blueberry akan cocok jika dipadukan dengan cream cheese yang punya sedikit hint vanilla atau bahkan salted butter untuk menambah rasa gurih yang kontra.


Salah satu hal yang aku apresiasi dari bagel blueberry ini adalah keseimbangannya. Tidak ada bagian yang terlalu dominan. Bagelnya tidak terlalu berat, rasa blueberrynya tidak terlalu intens, dan teksturnya tidak terlalu keras. Ini membuatnya cocok dinikmati kapan saja, bahkan sebagai sarapan ringan. Dari ketiga varian yang aku coba, blueberry adalah yang paling aman untuk semua selera. Jika datang bersama teman dan ingin memilih menu yang kemungkinan besar disukai semua orang, ini bisa jadi pilihan terbaik.


Varian ketiga adalah bagel jalapeno. Ini jelas berbeda dari dua varian sebelumnya karena membawa cita rasa savory. Penampakannya menarik dengan topping melted cheese yang tampak menggugah selera. Warna kejunya oranye keemasan dan jalapenonya terlihat menyatu dengan topping, memberikan kesan roti panggang yang gurih dan kaya rasa. Aromanya juga langsung berbeda. Ada wangi jalapeno yang sedikit smoky dan keju yang membuat keseluruhan roti terasa lebih penuh.


Ketika dicoba, bagel jalapeno memiliki tekstur yang sedikit lebih renyah di bagian luar karena proses pemanggangan bersama topping keju. Bagian dalamnya tetap chewy, ciri khas bagel yang dipertahankan dengan baik. Rasanya gurih dan sedikit pedas. Tidak terlalu pedas, tetapi cukup memberi sensasi hangat di lidah. Jalapeno memberikan rasa khas yang membuat roti ini punya karakter kuat. Bagi pecinta rasa savory, ini mungkin akan jadi favorit. Kejunya juga berperan besar dalam menambah tekstur yang creamy dan rasa gurih tambahan.


Yang membuat bagel ini menarik adalah perpaduan antara rasa pedas ringan dan aroma khas jalapeno yang bertemu dengan adonan bagel yang padat. Tidak semua pastry savory bisa seimbang, tetapi Social Affair berhasil membuat bagel jalapeno terasa tidak berlebihan. Masih bisa dinikmati bahkan tanpa topping tambahan. Namun jika ingin membuatnya lebih kaya, menambahkan spread garlic butter atau cream cheese asin bisa membuatnya semakin nikmat.


Ketika menilai ketiga bagel ini secara keseluruhan, aku merasa Social Affair menawarkan variasi rasa yang cukup lengkap. Matcha untuk pecinta rasa bold dan earthy, blueberry untuk yang suka dessert ringan, dan jalapeno untuk penyuka gurih pedas. Tekstur ketiganya juga cukup konsisten. Chewy, padat, dan tidak mudah hancur. Harga tentu akan tergantung preferensi masing masing, tetapi secara kualitas, ketiga bagel ini cukup layak untuk dicoba, terutama jika kamu memang sedang berada di Central Park dan butuh sesuatu untuk ngemil sambil nongkrong.


Social Affair juga memberikan suasana yang mendukung pengalaman makan. Tempatnya cukup nyaman untuk duduk lama, mengobrol, atau sekadar istirahat sebentar di tengah jalan jalan di mall. Pelayanannya cukup cepat, penyajiannya rapi, dan ambience keseluruhannya membuat makanan terasa sedikit lebih nikmat. Jika kamu datang bersama teman dan ingin mencoba sesuatu bersama, memesan ketiga varian bagel ini bisa jadi pilihan seru, karena semua punya karakter yang berbeda sehingga memberi pengalaman yang lebih beragam.


Secara keseluruhan, ketiga bagel ini memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan. Tidak ada yang terasa mengecewakan. Masing masing punya kekuatan tersendiri dan cukup mencerminkan kreativitas Social Affair dalam membuat pastry yang tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga rasa. Dari ketiganya, favoritku adalah blueberry karena paling seimbang dan cocok untuk suasana santai. Namun matcha dan jalapeno tetap menarik sesuai preferensi rasa masing masing. Jika kamu kebetulan mampir ke Social Affair Central Park, tiga bagel ini layak dicoba sebagai bagian dari menu nongkrong sore yang ringan namun memuaskan.


Written by Evelyne Felicia Putri

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Kesegaran Manis di Tengah Kesibukan Kampus: Cerita Camilan Seru di Momoyo Creative Hub UNTAR 2

Tiramisu Scarlett’s House: Dessert Hidden Gem di Blok-M

Ketika Matcha Bertemu Magic: Review Santai di Chapter PIK