Sore Minggu, Magnum Matcha, dan Balkon Apartemen


Magnum Matcha Crumble

Hari Minggu sore di apartemen selalu punya suasana yang khas. Udara terasa lebih tenang, langit mulai meredup, dan cahaya matahari masuk pelan lewat celah jendela. Jam menunjukkan pukul 16.30, waktu di mana sebagian orang sedang bersantai, dan sebagian lagi bersiap menghadapi hari Senin. Aku termasuk tipe pertama—rebahan sambil scroll media sosial, tanpa rencana apa pun.

Tapi tiba-tiba, entah dari mana, muncul craving untuk makan dessert manis. Rasanya ingin sesuatu yang dingin, lembut, dan bikin mood membaik. Bukan kue, bukan boba… melainkan sesuatu yang lebih ringan tapi elegan: es krim Magnum Matcha Crumble. Begitu terpikir itu, semangatku langsung naik.

Tinggal di apartemen membuat semuanya jadi lebih mudah. Aku nggak perlu keluar kompleks atau jalan jauh. Aku hanya perlu mengambil hoodie favoritku, menekan tombol lift, dan turun ke minimarket di lantai bawah. Rasanya nyaman sekali tahu bahwa keinginan kecil seperti ini bisa langsung terpenuhi dalam hitungan menit.


Minimarket

Begitu pintu minimarket terbuka, udara sejuk dari pendingin langsung menyapa. Minimarket sore itu cukup sepi, hanya ada satu dua orang yang sedang belanja. Aku berjalan lurus ke arah freezer es krim, tempat yang bisa dibilang “surganya” dessert instan.

Mataku langsung menyapu barisan es krim: Paddle Pop, Cornetto, Feast… dan di sudut freezer, bungkus hijau elegan Magnum Matcha Crumble menatap balik seolah berkata, “pilih aku.” Warna hijaunya mencolok tapi tenang, persis seperti vibe matcha itu sendiri—kalem, classy, tapi menggoda.

Tanganku langsung meraih satu bungkus tanpa ragu. Harga di labelnya masih sama: sekitar dua puluh ribuan. Dalam hati aku tersenyum kecil, self reward sore ini resmi dimulai. Setelah membayar di kasir dan mengucapkan terima kasih singkat ke mbak kasir, aku kembali naik lift ke unitku sambil menggenggam “harta karun” kecil ini.



Sampai di unit, aku langsung menuju balkon. Sore itu langit terlihat indah—warna biru yang mulai berubah ke oranye keemasan, pertanda matahari akan segera tenggelam. Aku duduk di kursi balkon, membuka bungkus Magnum perlahan. Momen ini, meskipun sederhana, selalu punya sensasi kecil yang menyenangkan.

Begitu lapisan cokelat Belgian-nya terbuka, aroma matcha langsung menyeruak lembut. Aku sengaja menatap es krimnya beberapa detik, menikmati tampilannya: cokelat tebal berlapis crumble di luar, dengan isi hijau matcha yang tersembunyi di dalam. Saat gigitannya pertama, crack!—lapisan cokelatnya pecah sempurna, memberikan sensasi renyah sebelum lelehan es krim matcha memenuhi mulutku.

Rasanya… pas. Pahit matcha-nya halus dan elegan, berpadu manis dengan cokelat Belgian yang lembut. Crumble-nya menambah tekstur sehingga setiap gigitan punya “cerita” sendiri. Bukan cuma sekadar dessert dingin, Magnum Matcha ini benar-benar punya character.

Craving ini benar-benar muncul tiba-tiba. Lima belas menit sebelumnya aku masih rebahan malas, dan sekarang aku duduk di balkon, menikmati es krim favorit sambil melihat langit sore. Kadang kebahagiaan memang sesederhana itu.

Aku menikmati setiap gigitan dengan pelan, seperti ingin memperpanjang momen ini selama mungkin. Udara sore yang mulai dingin, suara burung kecil, dan angin sepoi-sepoi jadi latar yang sempurna. Rasanya seperti punya waktu pribadi di tengah kota yang sibuk.

Magnum Matcha Crumble ini sebenarnya bukan pertama kalinya aku beli. Awalnya aku sempat ragu—pikirku matcha dan cokelat Belgian akan terlalu berat kalau digabung. Tapi ternyata justru perpaduannya pas banget. Cokelat memberi manis lembut, sementara matcha memberikan kesegaran yang khas, sedikit pahit tapi menenangkan. Kombinasi keduanya bikin es krim ini punya cita rasa “dewasa” yang elegan, beda dari rasa es krim biasa.

Salah satu hal yang aku suka dari momen seperti ini adalah betapa sederhananya semua terasa. Aku nggak perlu keluar ke kafe mahal, nggak perlu ketemu orang, cukup turun ke minimarket bawah apartemen dan beli Magnum. Dalam waktu singkat, moodku yang tadinya flat berubah jadi jauh lebih ringan.

Setiap orang punya cara sendiri buat recharge. Buatku, salah satunya adalah menikmati dessert manis di sore hari. Magnum Matcha jadi pilihan favorit karena rasanya nggak terlalu manis, tampilannya elegan, dan sensasi gigitannya selalu bikin tenang. Bahkan suara “crack” saat pertama kali digigit itu seperti efek kecil yang bikin mood langsung naik.

Sore itu, aku sengaja tidak buru-buru menghabiskan es krimnya. Aku ingin menikmati setiap detik. Dari balkon, aku bisa melihat pemandangan kota—atap gedung-gedung tinggi, jalanan yang mulai ramai, dan langit yang perlahan berubah warna. Anak-anak kecil di taman bermain di bawah apartemen terdengar riang, sementara suara kendaraan di kejauhan terdengar samar.

Ada sesuatu yang tenang dari momen ini. Magnum Matcha bukan cuma dessert, tapi semacam teman kecil untuk mengisi jeda dari rutinitas. Gigitan demi gigitan terasa seperti ucapan “santai dulu sebentar, nikmati hidup.”

Kalau ditanya kenapa aku suka Magnum Matcha Crumble, jawabannya sebenarnya nggak rumit: karena vibe-nya cocok banget sama momen seperti ini. Nggak terlalu manis, nggak bikin eneg, dan punya tampilan cantik yang enak dilihat sebelum dimakan. Rasanya bikin tenang, tapi juga cukup mewah untuk disebut dessert spesial.

Aku tahu Magnum bukan es krim termurah, tapi justru itu yang bikin momen seperti ini terasa lebih rewarding. Kayak memberi hadiah kecil buat diri sendiri setelah seminggu penuh aktivitas. Kadang kita nggak perlu liburan jauh atau kafe mahal untuk merasa lebih bahagia. Kadang cukup dengan satu es krim dan langit sore.

By Michael Jauwry

Comments

  1. wowww aku juga sukaa magnum matcha crumble!

    ReplyDelete
  2. Wah magnum matchaaa favorit banget plizzz😍🤏🫶🏻

    ReplyDelete
  3. omagaaa ice cream favorite akuuu😫,plis itu enak bangett

    ReplyDelete
  4. sumpah!! barusan tau ada varian itu, pulang kerja langsung beli dehh 😋😋

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menemukan Kesegaran Manis di Tengah Kesibukan Kampus: Cerita Camilan Seru di Momoyo Creative Hub UNTAR 2

Tiramisu Scarlett’s House: Dessert Hidden Gem di Blok-M

Ketika Matcha Bertemu Magic: Review Santai di Chapter PIK