Roti'O Ice Cream: kolaborasi Manis Yang Bikin Nagih

Weekend kali ini aku nggak mau diem aja di kos. Dan kepikiran mau jalan kemana, Akhirnya, aku mutusin buat jalan-jalan ke Ragunan. Bukan cuma karena murah dan deket, tapi karena aku pengin ngerasain suasana adem, lihat hewan-hewan, dan sekadar santai dari hiruk pikuk Kota yang super sibuk.

Berangkatnya agak siangan, sekitar jam setengah sebelas gitu. Matahari udah lumayan tinggi, tapi masih belum terlalu panas. Aku naik TransJakarta dari daerah Jakarta Barat, dari halte grogol revormasi, bus nomor 9 tujuan simpang kuningan karena aku harus trasit disana. perjalanan kurang lebih satu jam-an karena agak macet juga. Di dalam bus, suasananya adem banget.

Ada yang tidur sambil pakai earphone, ada ibu-ibu yang sibuk cerita ke temennya soal diskon di pasar, dan ada juga anak kecil yang excited banget mau kekebun binatang. Aku duduk deket jendela, sambil dengerin playlist chill di Spotify, ngerasa kayak karakter utama di film yang lagi road trip ringan.

Roti ' O.

Setelah samape simpang kuniangan, aku pun turun di halte simpang kuningan, dan lanjut berjalan ke halte under pas kuningan, disana menunggu sekitar 10 menit dan menaiki bus nomor 6 tujuan akhir ragunan perjalan sekitar 40-50 menitan untuk sampai ke  tujuan ahir ragunan.

Pas sampai di Ragunan, langsung terasa beda suasananya. Banyak pepohonan besar, udaranya lembap tapi segar, dan ada aroma tanah khas taman kota yang bikin rileks. Begitu masuk, suasananya rame tapi nggak terlalu sumpek. Anak-anak teriak kegirangan liat gajah, pasangan muda sibuk selfie di depan kandang jerapah, dan keluarga-keluarga gelar tikar di bawah pohon. Aku jalan pelan sambil bawa kamera, foto-foto hewan, sambil sesekali berhenti buat ngelihat pemandangan.

Menjelang siang, aku duduk di bangku deket area burung. Mataharinya udah mulai nyengat, tapi angin masih lumayan adem. Di depan, ada burung merak yang buka ekornya  kayak tahu aja aku lagi cari momen aesthetic buat difoto. Waktu berjalan cepet banget. Tahu-tahu udah lewat jam tiga sore. Aku mulai jalan ke arah pintu keluar sambil mikir, “Oke, waktunya pulang sebelum macet menyerang.”

Tapi begitu nyampe di halte Trans Jakarta Ragunan, langkahku langsung berhenti. Ada aroma roti kopi yang langsung nyerang hidung itu aroma yang nggak salah lagi. Roti’O! Aku nengok kanan, dan bener aja, di pojok halte ada gerai kecil warna kuning cerah dengan logo koki senyum khas mereka.

Awalnya cuma pengen beli roti biasa buat ngemil di bus, tapi mataku langsung ke satu menu baru yang bikin penasaran, Roti’O Ice Cream. Roti yang dikasih es krim vanilla di atasnya? Oke, itu kombinasi yang nggak bisa aku tolak. Akhirnya aku pesan satu.

Roti ' O Ice Cream.


Pas dikasih, tampilannya bener-bener menggoda. Roti yang wangi banget, teksturnya lembut tapi pinggirannya agak garing. Di atasnya berdiri es krim vanilla putih yang berputar cantik, Aku ambil sendok kecil, dan begitu suapan pertama masuk ke mulu. Sensasinya nggak nyangka seenak itu.

Roti yang berketemu sama es krim yang dingin banget tuh kayak dua dunia yang beda tapi cocok banget. Rasanya manis, creamy, dan aroma kopi dari rotinya masih kuat. Setiap gigitan bikin pengin lagi dan lagi. Aku duduk di bangku halte, sambil lihat orang-orang yang lalu-lalang. Ada keluarga kecil yang baru keluar dari Ragunan, ada pasangan yang sibuk foto-foto, dan ada bapak-bapak yang lagi ngopi sambil nunggu bus. Suasananya ramai tapi hangat.

Langit mulai berubah warna  agak oranye keemasan. Cahaya sore yang lembut bikin semua terlihat lebih tenang. Aku cuma duduk di situ, menikmati Roti’O Ice Cream sambil ngelihatin langit. Rasanya kayak scene slow motion dalam hidup, di mana semuanya berhenti sebentar dan kamu bisa ngerasain “tenang” yang jarang banget terjadi di Jakarta.

Waktu itu aku nggak buru-buru naik bus. Aku pengin nikmatin momen sederhana ini lebih lama. Mungkin terdengar sepele, tapi ada sesuatu yang nyenengin dari duduk di halte sambil makan roti dan es krim setelah seharian jalan. Kadang hal-hal kecil kayak gini yang justru bikin hari terasa spesial.

Pas bus ke arah Jakarta Barat akhirnya datang, aku buru-buru ngabisin gigitan terakhir. Sisa es krim yang mulai meleleh nyampur sama roti bikin rasanya makin legit. Aku naik ke bus dengan perasaan ringan banget. Sambil duduk di dekat jendela, aku lihat langit Jakarta mulai gelap dan lampu-lampu jalan nyala satu per satu.

Sisa aroma kopi dari rotinya masih nempel di tangan, dan lidahku masih ngerasain manis es krimnya. Aku senyum kecil sendiri. Nggak tahu kenapa, tapi hari itu rasanya lengkap banget. Dari pagi menjelang siang yang penuh keceriaan di Ragunan, sampai sore yang tenang di halte, semuanya berjalan sederhana tapi pas.

Mungkin itu ya yang disebut kebahagiaan versi simpel. Nggak perlu mewah, nggak perlu rencana besar. Cuma butuh udara segar, langkah kaki yang santai, dan satu Roti’O Ice Cream yang kamu nikmati di waktu yang tepat. Dan buatku, waktu itu adalah sore di halte Ragunan manis, tenang, dan pas banget buat nutup hari yang sempurna. 

BY: Yohanes Amoraman Miwa Marus.

Comments

  1. suka banget beli inii kalo lagi mood manis

    ReplyDelete
  2. eskrim yang mixed chocolate jg enakk dipaduin sama rotinya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menemukan Kesegaran Manis di Tengah Kesibukan Kampus: Cerita Camilan Seru di Momoyo Creative Hub UNTAR 2

Tiramisu Scarlett’s House: Dessert Hidden Gem di Blok-M

Ketika Matcha Bertemu Magic: Review Santai di Chapter PIK