Bukan Cuma Spot Foto: Cheesecake di Nassa PIK 2 Ternyata Enak Pol!

By : Nathaniel Ivan

Jadi, begini ceritanya. Beberapa hari lalu, kebetulan aku lagi ada urusan di daerah PIK 2, dan karena ini sudah mendekati musim liburan, aku memutuskan untuk sekalian mampir ke tempat yang lagi heboh dibicarakan banyak orang di sana, namanya Nassa. Sejujurnya, aku sudah sering lihat foto-foto tempat ini di media sosial, tapi melihatnya langsung itu benar-benar pengalaman yang jauh berbeda, dan aku harus bilang kalau mereka benar-benar totalitas dalam mendesain tempat ini. Begitu melangkah masuk, kesan pertama yang langsung muncul adalah “Wow, ini kayaknya bukan cuma restoran biasa, ini semacam venue besar,” dan memang tagline mereka juga International Venue, jadi kesan mewah dan besar itu memang sudah direncanakan.

Ruangannya itu gede banget, dengan langit-langit yang sangat tinggi, memberikan kesan lapang dan megah. Yang paling mencuri perhatian sudah pasti dekorasinya, yang membuatmu merasa seolah sedang berada di dalam hutan fantasi yang sangat mahal. Mereka menanam pohon-pohon buatan di dalam ruangan, tapi pohonnya itu dibuat dengan sangat detail sehingga terlihat sangat realistis dan asri, lengkap dengan dedaunan hijau yang lebat. Pohon-pohon ini diletakkan di beberapa sudut ruangan, memecah ruang makan yang luas menjadi area-area yang lebih intim tanpa membuatnya terasa sempit. Bayangkan, kamu duduk di bawah "pohon" sambil menikmati makanan, itu terasa seperti piknik indoor yang sangat berkelas.

Tentu saja, elemen yang menambah kesan glamor tak tertandingi adalah lampu-lampu gantungnya. Ada beberapa chandelier kristal berukuran raksasa yang menggantung di tengah-tengah ruangan. Kristal-kristal itu memantulkan cahaya dari luar dan lampu spotlight dengan indah, menciptakan kilauan yang dramatis di seluruh ruangan. Di tengah ruangan, sebagai pusat perhatian, berdiri tegak sebuah air mancur bertingkat. Suara gemericik air mancur itu samar-samar terdengar, bercampur dengan musik latar yang diputar, entah kenapa itu semua menciptakan atmosfer yang sangat menenangkan. Kombinasi pohon-pohon, lampu kristal, dan air mancur ini membuat suasana di Nassa terasa seperti perpaduan antara taman Eropa klasik dan ballroom mewah. Pencahayaan alami di sini juga juara banget, karena atapnya sebagian besar terbuat dari kaca, jadi sinar matahari masuk dengan maksimal, membuat ruangan terang benderang dan sangat ideal untuk foto-foto, tidak heran tempat ini ramai sekali.

Setelah mengamati dan puas dengan pemandangan di sekeliling, aku pun mulai fokus ke meja. Di bagian lantai, mereka menggunakan dua jenis ubin, ada bagian tengah yang menggunakan ubin kotak-kotak checkered berwarna abu-abu gelap dan putih, pola klasik yang menambah nuansa vintage elegan, sementara area di pinggir menggunakan ubin berwarna krem atau abu-abu muda yang lebih polos, transisi ini membatasi area "taman" dan area duduk dengan cantik. Kursi-kursi yang digunakan juga beragam, ada yang berlengan dengan bantalan kain abu-abu yang nyaman, dan ada juga yang terbuat dari rotan dengan desain yang lebih santai di pinggir ruangan. Intinya, semua detailnya dipikirkan dengan matang.

Nah, setelah memesan beberapa makanan utama dan minuman, aku penasaran dengan dessert mereka, apalagi saat itu kebetulan sudah mendekati Halloween, jadi aku berharap ada menu spesial musiman. Dan benar saja, mereka punya cheesecake yang disajikan dengan tema Halloween, dan aku langsung tertarik untuk mencobanya. Ini dia bagian intinya. Ketika cheesecake itu diantar ke meja, aku langsung senyum-senyum sendiri karena penampilannya yang super niat dan lucu.

Cheesecake itu diletakkan di atas piring bundar berwarna hitam pekat. Piringnya ini unik banget, punya guratan-guratan melingkar seperti piringan hitam (vinyl) kuno. Di sekeliling pinggiran piring, ada tulisan "Happy Halloween" yang dicetak dengan warna emas, hurufnya timbul dan glossy, langsung memberikan kesan festive yang kuat. Di tengah piring hitam itu, terhampar cheesecake yang sudah dipotong dan disajikan dengan sangat artistik. Potongan cheesecake-nya itu dibentuk sedemikian rupa menyerupai topi penyihir (atau witch hat). Bentuknya segitiga kerucut dengan bagian bawah yang agak lebar.

Warna cheesecake-nya sendiri langsung menarik perhatian, didominasi warna oranye yang terang dan hangat, menyebar di sekitar potongan kuenya seperti kabut atau sihir. Aku tidak yakin apakah warna oranye itu berasal dari adonan kuenya sendiri, atau dari taburan bubuk halus di atasnya, tapi yang jelas warnanya sangat "Halloween". Di puncak "topi penyihir" itu, sebagai detail terakhir, diletakkan bulatan kecil berwarna cokelat gelap, mungkin sepotong cokelat atau dark cherry, yang berfungsi sebagai pemanis visual dan memberikan kontras warna yang cantik.

Bagaimana dengan rasanya? Tentu saja, aku tidak hanya datang untuk melihat. Begitu sendok pertama mendarat di lidah, aku langsung merasa cheesecake ini memang dibuat dengan kualitas yang baik. Teksturnya itu lembut dan padat di saat yang bersamaan, ciri khas cheesecake yang creamy dan lumer di mulut. Rasa keju yang tangy dan sedikit asam khas cream cheese itu terasa, tapi tidak terlalu tajam. Ada rasa manis yang pas, tidak sampai eneg, dan sepertinya ada sedikit aroma rempah yang samar, mungkin pumpkin spice atau sejenisnya, yang cocok dengan tema Halloween. Lapisan di bawah kuenya, bagian crust, juga renyah dan gurih, menyeimbangkan tekstur keseluruhan. Potongan cheesecake yang didesain menjadi topi penyihir itu bukan cuma penampilan, tapi rasa di dalamnya juga diolah dengan serius.

Menyantap cheesecake Halloween yang imut ini sambil memandangi kemegahan Nassa benar-benar memberikan dimensi lain pada pengalaman bersantap. Aku duduk di salah satu kursi di dekat area pinggir, yang memberikan pandangan luas ke seluruh ruangan. Melihat orang-orang yang sibuk mengobrol, fotografer amatir yang sibuk mencari angle terbaik, dan keluarga yang menikmati waktu bersama, semua di bawah gemerlap kristal dan rindangnya pohon buatan, terasa seperti jeda sejenak dari hiruk pikuk kota.

Nassa PIK 2
Secara keseluruhan, Nassa PIK 2 ini berhasil menggabungkan konsep fine dining dengan suasana casual garden party. Mereka menjual pengalaman, bukan hanya makanan. Dan cheesecake edisi Halloween itu adalah gimmick yang sukses, menunjukkan bahwa mereka juga memperhatikan detail musiman. Buat kalian yang sedang mencari tempat hangout di daerah PIK 2, yang Instagrammable parah tapi juga menawarkan makanan yang enak, tempat ini bisa jadi pilihan. Datang ke sana bukan cuma sekadar makan, tapi juga merasakan atmosfer yang benar-benar berbeda. Entah itu untuk brunch santai, dinner romantis, atau sekadar coba-coba dessert musiman seperti cheesecake topi penyihir ini, Nassa menyajikan paket lengkap yang memuaskan mata dan lidah. Aku sangat menikmati waktu di sana, dan cheesecake ini adalah penutup manis yang sempurna untuk kunjungan kali ini.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menemukan Kesegaran Manis di Tengah Kesibukan Kampus: Cerita Camilan Seru di Momoyo Creative Hub UNTAR 2

Tiramisu Scarlett’s House: Dessert Hidden Gem di Blok-M

Ketika Matcha Bertemu Magic: Review Santai di Chapter PIK