Momoyo Ice Cream UNTAR: dessert yang Nggak Main-Main di Rasa
Yang paling khas dari Momoyo jelas egg waffle-nya. Bentuknya bulat-bulat kayak gelembung, teksturnya unik—bagian luarnya renyah, tapi dalamnya lembut dan agak kenyal. Waffle jenis ini emang populer banget di Hong Kong, dan Momoyo berhasil bawa versi yang pas banget buat lidah orang Indonesia: manisnya nggak lebay, aromanya wangi, dan teksturnya satisfying.
Begitu digigit, kamu langsung dapet kontras antara luar yang garing dan dalam yang empuk. Apalagi kalau masih baru keluar dari cetakan, panas-panas, terus kena dinginnya es krim di atasnya—sensasinya tuh kayak ledakan rasa di mulut. Hangat, dingin, manis, creamy, semuanya nyatu.
Selain itu, aroma waffle-nya juga harum banget. Ada wangi telur dan vanilla yang lembut, bikin makin menggoda. Kalau kamu tipe orang yang suka dessert yang bukan cuma manis doang tapi juga ada “gigitan”-nya, egg waffle ini udah pasti juara.
Nah, topping ice cream-nya juga nggak kalah penting. Momoyo biasanya pakai es krim lembut dengan tekstur mirip soft serve—dingin, creamy, dan gampang lumer. Dari tampilannya aja udah mengundang: warnanya putih cerah, dituang tinggi di tengah waffle kayak menara es manis.
Rasa vanilla-nya strong tapi nggak bikin enek. Justru creamy-nya pas banget buat jadi penetral rasa waffle yang agak buttery. Yang bikin menarik, kombinasi antara waffle hangat dan es krim dingin itu bikin setiap suapan punya suhu yang beda. Kadang kamu dapet gigitan waffle yang masih hangat dan lembut, kadang bagian es krimnya udah mulai meleleh dan nyatu sama topping—jadi kayak campuran lava dingin manis di lidah.
Kalau dilihat dari foto dan menu, topping popcorn caramel di atasnya tuh jadi elemen kecil yang ternyata penting banget. Popcorn ini dikasih secukupnya aja di atas es krim, tapi tiap butirnya manisnya pas, renyahnya masih dapet.
Rasanya tuh ada sentuhan buttery yang khas popcorn bioskop, tapi dengan lapisan caramel tipis yang bikin legit. Waktu dicampur sama es krim yang lembut, teksturnya jadi kontras banget—antara creamy dan crunchy. Satu suapan bisa langsung ngasih sensasi manis gurih yang bikin nagih.
Selain popcorn, topping lain yang jadi andalan adalah remah Oreo sama saus cokelat. Oreo-nya ditumbuk kasar, jadi masih ada bagian yang agak besar dan ada yang halus kayak bubuk. Taburannya lumayan banyak, jadi hampir setiap gigitan waffle pasti dapet rasa Oreo yang pahit-manis khas cokelatnya.
Saus cokelatnya sendiri nggak pelit—disiram zig-zag di atas es krim, nambah tampilan yang menggoda banget. Rasanya manis tapi nggak terlalu pekat, dan karena disiram di es krim, dia agak mengeras sedikit di beberapa bagian, bikin teksturnya unik.
Paduan es krim vanilla, Oreo, popcorn caramel, dan saus cokelat ini bikin rasa keseluruhan jadi kompleks: ada manis, pahit, gurih, creamy, dan crunchy—all in one bite.
Dari segi tampilan, Momoyo emang jago banget bikin dessert yang eye-catching. Mereka pakai cup tinggi berwarna kuning cerah dengan logo beruang lucu di depannya. Cup-nya cukup besar buat nampung waffle yang digulung melingkar membentuk “kerucut” besar yang isinya es krim dan topping.
Bentuk waffle-nya yang bulat-bulat bikin tampilannya makin unik, beda dari cone biasa. Karena porsinya lumayan tinggi, dessert ini cocok banget buat dipegang sambil jalan atau nongkrong. Instagramable banget, apalagi kalau fotonya diambil pas topping-nya masih rapi dan es krim belum sempat meleleh.
Outlet Momoyo di sekitar UNTAR jadi tempat yang sering didatengin mahasiswa. Lokasinya strategis banget, gampang diakses abis kuliah atau pas jam istirahat. Konsep tempatnya casual dan simple, lebih ke arah grab-and-go, tapi tetap nyaman buat nongkrong sebentar sambil makan dessert.
Biasanya aroma waffle-nya langsung kecium dari jauh—harum dan manis, bikin siapa pun yang lewat langsung pengen mampir. Karena lokasinya deket kampus, Momoyo ini sering jadi tempat “pelarian” buat yang butuh mood booster manis setelah kelas berat. Tapi walau konsepnya simple, rasa dan kualitas makanannya sama sekali nggak asal-asalan.
Dari segi harga, Momoyo bisa dibilang masih ramah kantong mahasiswa. Dengan porsi segitu besar dan topping sebanyak itu, harga yang dibayar sebanding banget sama experience-nya. Nggak kayak dessert fancy di kafe besar, Momoyo tuh vibe-nya “fun street snack” tapi rasanya sekelas dessert cafe.
Satu porsi bisa cukup buat sharing berdua kalau kamu nggak terlalu kuat manis. Tapi kalau lagi craving dessert, satu sendiri pun dijamin puas banget. Tekstur waffle-nya bikin kenyang tanpa bikin eneg, karena nggak terlalu berminyak.
Yang paling bikin Momoyo menonjol dibanding dessert sejenis adalah kombinasi rasanya yang balanced. Kadang dessert bubble waffle bisa terlalu manis, atau topping-nya bikin berat. Tapi Momoyo entah gimana berhasil dapet porsi pas.
Waffle-nya punya rasa dasar yang buttery, es krimnya creamy, topping-nya manis tapi ada pahit dan gurihnya dari Oreo dan popcorn. Jadi nggak ada elemen yang saling “tabrakan”. Justru semuanya saling melengkapi. Rasanya tuh playful, tiap gigitan beda pengalaman.
Mau makan sambil nongkrong, sambil jalan, atau bahkan cuma pengen ngemil manis cepet, Momoyo cocok banget. Bentuknya yang praktis bikin gampang dibawa, dan karena waffle-nya cukup tebal, dia bisa menahan es krim tanpa cepat lembek.
Kalau kamu penggemar dessert yang punya wow factor dari tampilan sampai rasa, Momoyo jelas masuk daftar wajib. Apalagi buat mahasiswa UNTAR yang sering nyari camilan sore, ini salah satu opsi paling enak di sekitar kampus.
Secara keseluruhan, Momoyo Ice Cream di dekat UNTAR ini bukan cuma dessert lucu buat difoto, tapi beneran enak dan berkualitas. Dari egg waffle-nya yang renyah di luar, lembut di dalam, es krim lembut dengan rasa vanilla creamy, sampai topping popcorn caramel, Oreo, dan saus cokelat yang bikin rasanya variatif—semuanya dipikirin dengan baik.
Rasanya kaya, teksturnya menarik, tampilannya memikat. Dan yang paling penting, porsinya bikin puas tanpa harus keluar budget besar.
Jadi buat yang lagi nyari camilan manis setelah kuliah, atau sekadar pengen sesuatu yang bikin happy, Momoyo ini bisa jadi pilihan yang nggak bakal salah. Lucu di mata, nikmat di lidah, dan pastinya memorable buat yang udah pernah nyoba.
By Evelyne Felicia Putri
Comments
Post a Comment